Tampilkan postingan dengan label ISLAMI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ISLAMI. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Mei 2015

FAKTA ILMIAH DIBALIK WAKTU SHOLAT




Shalat adalah suatu kewajiban dari Allah atas setiap orang mukmin. Dimana Allah memerintahkannya dalam sejumlah firman-Nya yang termaktub dalam Al-Qur’an. Firman Allah :

“Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” 

Dalam ayat lain Allah berfirman, “Peliharalah segala shalat dan (peliharalah) shalat wustha.” 

Rasulullah menjadikan shalat sebagai tiang kedua dari tiang-tiang bangunan Islam yang lima, seraya berkata,

“Islam didirikan di atas lima tiang, yaitu: bersaksi bahwa sesungguhnya tidak ada sesembahan yang berhak di ibadahi selain Allah dan sesengguhnya Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan ibadah haji ke Baitullah serta berpuasa dibulan Ramadhan.” 

Shalat fardhu ada lima: zhuhur, ashar, maghrib, ‘isya, dan subuh. Sebagaimana yang dijelaskan dalam riwayat berikut ini:

Dari Anas bin Malik ia berkata, “Telah difardhukan atas Nabi pada malam Isra’ shalat sebanyak lima puluh (waktu), kemudian dikurangi hingga menjadi lima waktu. Kemudian, Beliau di seru: “Ya, Muhammad, sesungguhnya ketetapan disisi-KU tidak bisa diubah. Dan untukmu shalat lima (waktu) ini sama dengan lima puluh (waktu).” 

Dari Thalhah bin Ubaidillah bahwa ada seorang Arab Badwi datang kepada Rasulullah dengan rambut yang tidak tersisir seraya berkata, Ya, Rasulullah beritahukan kepadaku shalat yang Allah fardhukan kepadaku!” jawab Beliau: “Shalat yang lima (waktu) kecuali kalau engkau mau shalat tathawwu (shalat sunnah).” 

Dibalik wajibnya melaksanakan Shalat Fardhu, ternyata dari waktu sholat yang 5 waktu itu terkandung banyak hikmah yang bisa kita dapatkan dilihat dari faktor kesehatan, ilmu pengetahuan, psikologi dan lain-lain. Berikut pengamatan para ahli di bidangnya mengenai masalah waktu sholat, salah satu rukun Islam, karena ada rahasia dibalik peralihan/perpindahan waktu sholat.

Setiap perpindahan/peralihan waktu sholat sebenarnya bersamaan dengan terjadinya perubahan tenaga alam yang bisa diukur dan dirasakan melalui perubahan warna alam. Fenomena perubahan warna alam ini tidak asing bagi penggemar dan praktisi fotografi/video/film juga dalam industri cahaya/lampu,percetakan, astrofisika dan lain-lain karena ada istilah suhu/temperatur warna (color temperature) dimana kalau siang itu bluish (kebiru-biruan) dan kalau sore itu reddish(kemerah-merahan)- Suhu warna biasanya menggunakan satuan Kelvin (K) sebagai perangkat pengukurannya.

WAKTU SUBUH

Pada waktu subuh, alam berada dalam spectrum warna biru muda yang bersesuaian dengan frekuensi tiroid (kelenjar gondok). Dalam ilmu Fisiologi (Ilmu Faal-salah satu dari ilmu biologi yang mempelajari berlangsungnya sistem kehidupan) tiroid mempunyai pengaruh terhadap sistem metabolisma tubuh manusia. Warna biru muda juga mempunyai rahasia tersendiri berkaitan dengan rejeki dan cara berkomunikasi. Mereka yang masih tertidur nyenyak pada waktu Subuh akan menghadapi masalah rejeki dan komunikasi. Mengapa? Karena tiroid tidak dapat menyerap tenaga biru muda di alam ketika roh dan jasad masih tertidur. Pada saat azan subuh berkumandang, tenaga alam ini berada pada tingkatan optimum. Tenaga inilah yang kemudian diserap oleh tubuh kita terutama pada waktu ruku dan sujud.

WAKTU ZUHUR

Alam berubah menguning dan ini berpengaruh kepada perut dan sistem pencernaan manusia secara keseluruhan. Warna ini juga punya pengaruh terhadap hati. Warna kuning ini mempunyai rahasia berkaitan dengan keceriaan seseorang. Jadi bagi mereka yang selalu ketinggalan atau melewatkan sholat Zuhur berulang kali akan menghadapi masalah dalam sistem pencernaan serta berkurang keceriaannya.

WAKTU ASHAR

Alam berubah lagi warnanya menjadi jingga/oranye (warna antara merah dan kuning). Hal ini berpengaruh cukup signifikan terhadap organ tubuh yaitu prostat ( kelenjar eksorin pada pria jantan, fungsi utamanya adalah untuk mengeluarkan dan menyimpan sejenis cairan yang menjadi dua pertiga bagian dari air mani), rahim , ovarium/ indung telur (kelenjar kelamin wanita) , dan testis (kelenjar kelamin jantan) yang merupakan sistem reproduksi secara keseluruhan. Warna oranye di alam juga mempengaruhi kreativitas seseorang. Orang yang sering ketinggalan waktu Asar akan menurun daya kreativitasnya. Disamping itu organ-organ reproduksi ini juga akan kehilangan tenaga positif dari warna alam tersebut.

WAKTU MAGHRIB

Warna alam kembali berubah menjadi merah. Sering pada waktu ini kita mendengar banyak nasehat orang tua agar tidak berada di luar rumah. Nasehat tersebut ada benarnya karena pada saat Maghrib tiba, spektrum warna alam selaras dengan frekuensi jin dan iblis. Pada waktu ini jin dan iblis amat bertenaga(powerful) karena mereka bergema atau ikut bergetar dengan warna alam. Mereka yang sedang dalam perjalanan sebaiknya berhenti sejenak dan mengerjakan sholat Maghrib terlebih dahulu. Hal ini lebih baik dan lebih selamat karena pada waktu ini banyak gangguan (interferensi-interaksi antar gelombang dalam satu daerah-bisa membangun dan merusak) atau terjadi tumpang-tindih dua atau lebih gelombang yang berfrekuensi sama atau hampir sama dan bisa menimbulkan fatamorgana yang bisa mengganggu mata(penglihatan) kita.

WAKTU ISYA

Selanjutnya pada waktu ini warna alam berubah menjadi nila (indigo) dan selanjutnya menjadi gelap. Waktu Isya mempunyai rahasia ketenteraman dan kedamaian yang frekuensinya sesuai dengan sistem kontrol otak. Mereka yang sering ketinggalan waktu Isya akan sering merasa gelisah. Untuk itulah ketika alam mulai diselimuti kegelapan, kita dianjurkan untuk mengistirahatkan tubuh ini. Dengan tidur pada waktu ini, keadaan jiwa kita berada pada gelombang Delta dengan frekuensi dibawah 4HZ (Hertz adalah satuan ukur untuk frekuensi) dan seluruh sistem tubuh memasuki waktu rehat.

Selepas tengah malam, alam mulai bersinar kembali dengan warna-warna putih, merah jambu dan kemudian ungu. Perubahan warna ini selaras dengan kelenjar pineal (badan pineal atau “mata ketiga”, sebuah kelenjar endokrin pada otak)kelenjar pituitary (hipofisis), thalamus(struktur simetris garis tengah dipasangkan dalam otak vertebrata termasuk manusia dan fungsinya mencakup sensasi menyampaikan, rasa khusus dan sinyal motor ke korteks serebral, bersama dengan pengaturan kesadaran, tidur dan kewaspadaan) dan hypothalamus(hipotalamus-bagian otak yang terdiri dari sejumlah nucleus dengan berbagai fungsi yang sangat peka terhadap steroid, glukokortikoid, glukosa dan suhu). Maka sebaiknya kita bangun lagi pada waktu ini untuk mengerjakan sholat malam(tahajud).

Demikianlah ringkas hubungan antara waktu shalat dengan warna alam. Manusia sebaiknya sadar akan pentingnya tenaga alam. Faktor-faktor inilah yang mendasar kegiatan meditasi seperti taichi, qi-gong dan sebagainya. Kegiatan meditasi ini dilakukan untuk menyerap tenaga-tenaga alam ke sistem tubuh. Kita sebagai umat Islam sepatutnya bersyukur karena telah di’karuniakan’ syariat shalat oleh Allah SWT sehingga jika laksanakan sesuai aturan maka secara tak sadar kita telah menyerap tenaga alam ini. Ini mungkin belum pernah terfikir oleh kita sebelumnya.

Inilah hakikat mengapa Allah SWT yang memiliki sifat Pengasih dan Penyayang mewajibkan shalat kepada kita sebagai hambaNYA. Sebagai Pencipta Allah swt mengetahui bahwa hambaNYA amat sangat memerlukan-Nya. Shalat di awal waktu akan membuat badan semakin sehat.

Semoga informasi ini dapat menambah semangat kita untuk melaksanakan shalat tepat pada waktunya , dan bersegera ke mesjid bagi laki-laki

Copas from redaksi9.blogspot.com

Senin, 30 Juni 2014

TIPS SUKSES BERPUASA RAMADHAN

   
    Alhamdulillah, puji syukur tak terhingga kepada Allah SWT yang masih memberi kesempatan pada hambaNya untuk menikmati kembali indahnya Ramadhan 1435 Hijriah. Mungkin ada orang-orang di sekeliling kita yang tidak lagi mendapat kesempatan mulia ini. Oleh karena itu, janganlah kita menyiakan kesempatan berharga ini. Maksimalkan ibadah, nolkan maksiat dan tetap semangat beraktivitas.

Berikut ini beberapa tips yang bisa kita terapkan agar kita dapat melalui Ramadhan ini dengan keberkahan :

1. Jangan lupa sahur.
    Sahur memang hukumnya sunnah, tapi sangat dianjurkan untuk tidak melewatkannya. Yang jelas, dengan sahur kita mampu menjamin akan kuat menahan lapar dan haus sampai adzan maghrib tiba.
2. Jaga konsistensi sholat 5 waktu.
    Puasa wajib hanya kita lakukan 29-30 hari ketika Bulan Ramadhan. Sholat wajib 5 waktu harus kita lakukan setiap hari. Seharusnya sudah tidak jadi masalah bagi yang sudah istiqomah. Tapi bagi yang masih sering bolong sholat 5 waktunya, momen ramadhan ini harus dijadikan medan latihan untuk sekuat tenaga menjaga konsistensi sholat 5 waktu. Dengan demikian kita akan mampu istiqomah untuk menjaganya selepas Bulan Ramadhan. Jangan lupa pula untuk berusaha sholat berjamaah.
3. Perbanyak membaca Al-Qur'an.
    Di luar Bulan Ramadha, mungkin setiap hari kita baca Al-Qur'an. Tapi bisa dipastikan tidak banyak yang kita baca. Bisa jadi 1 juz tidak habis dalam sebulan. Untuk itu, jangan siakan Ramadhan ini, targetlah minimal sekali khatam pada Bulan Ramadhan ini. Setelah sholat 5 waktu kita baca beberapa ayat, Insha Allah sehari bisa menyelesaikan 1 juz. Berusahalah sekuat tenaga sampai kita dapat merasakan nikmatnya membaca Al-Qur'an. Ingat untuk tetap membaca dengan tartil, jangan terlampau cepat hingga mengabaikan tajwidnya.
4. Tetap beraktivitas seperti hari biasa
    Banyak orang yang menjadikan alasan berpuasa untuk mengurangi beban atau kinerja aktivitasnya sehari-hari. Hal itu hanya berlaku bagi mereka yang memang baru belajar berpuasa dan bagi mereka yang benar-benar melakukan pekerjaan berat. Di luar pengecualian itu tidak ada lagi sebenarnya alasan yang bisa diterima agar kita bisa lebih santai, malas-malasan bahkan menambah waktu tidur pada siang hari di Bulan Ramadhan. Salah satu tips yang tepat untuk mampu beraktivitas maksimal saat berpuasa adalah dengan melaksanakan puasa-puasa sunnah di luar Bulan Ramadhan, seperti puasa senin-kamis dan lainnya.
5. Hindari aktivitas yang mengundang maksiat.
    Hati-hati dalam mencari aktivitas terutama hiburan pada Bulan Ramadhan. Nonton TV saja, kalau kita tidak bisa memilih saluran yang baik, banyak yang akan menyeret mata kita untuk bermaksiat. Iklan-iklan yang muncul pun tidak kalah bahayanya. Begitu pula kalau kita sedang akses internet, harus betul-betul dibentengi kekuatan sebesar-besarnya untuk menahan hawa nafsu. Kumpul dengan teman-teman bisa terjerumus ghibah. Jalan-jalan pun bisa membuat mata kita terseret maksiat.
6. Jangan berlebihan ketika berbuka.
    Selain perut kita tersiksa, buka puasa berlebihan juga membuat kita malas untuk melaksanakan berbagai amal ibadah istimewa yang seharusnya bisa kita lakukan di malam Bulan Ramadhan.
   

Senin, 02 Desember 2013

MATEMATIKA DALAM AL-QUR'AN #2



Fenomena Ilmu Matematika dalam Al Qur’an : Keajaiban angka SEMBILAN BELAS



    Jumlah huruf Wahyu pertama 76 huruf, bisa dibagi SEMBILAN BELAS





    Jumlah surat-surat Al Qur’an 114 surat, bisa dibagi SEMBILAN BELAS





   Jarak Wahyu Pertama dengan Surat Terakhir dalam Al Qur’an adalah 19 surat, bisa dibagi SEMBILAN BELAS





    “ Bismillahirrahmanirrahiim” bila ditulis dengan huruf Arab, terdiri dari 19 huruf, bisa dibagi SEMBILAN BELAS





    Jumlah perkataan Wahyu pertama 19 kata, bisa dibagi SEMBILAN BELAS





    Kata Allah sebanyak 2698 kali dalam Al Qur’an, bisa dibagi SEMBILAN BELAS





   Kata “ Ar-Rahman” ( Maha Pengasih) sebanyak 57 kali, bisa dibagi SEMBILAN BELAS





   Kata “ Ar-Rohiim” ( Maha penyayang ) sebanyak 114 kali, bisa dibagi SEMBILAN BELAS





    Kata “ Ismi” sebanyak 19 kali, bisa dibagi SEMBILAN BELAS





   Jumlah huruf  “ Nun “ yang mengawali Surat Al Qalam sebanyak 133 buah, bisa dibagi SEMBILAN BELAS





    Surat Al ‘Alaq terdiri dari 19 surat, bisa dibagi SEMBILAN BELAS





    Pada 29 surat-surat Al Qur’an terdapat 14 kata yang tidak diterjemahkan karena hanya Allah yang Maha tahu dan 14 huruf khusus, jadi jumlahnya ( 29 + 14 + 14 ) adalah 57, bisa dibagi SEMBILAN BELAS





  Pada surat Asy Syuura dan surat Qaaf ada 5 buah huruf yang tidak diterjemahkan, jumlahnya 570 buah, bisa dibagi SEMBILAN BELAS





    Jumlah huruf “ Qaf” dalam surat “ Qaaf” adalah 57 buah, bisa dibagi SEMBILAN BELAS





    Di antara surat-surat yang diawali huruf Qaaf, yaitu surat Asy Syuura dan Surat Qaaf, terdapat 114 huruf Qaaf, bisa dibagi SEMBILAN BELAS





   Huruf “ Shaad” dalam surat Shaad terdapat 28 buah, dalam surat Al A’raaf sebanyak 98 buah dan dalam surat Maryam sebanyak 26 buah. Keseluruhan berjumlah 28 + 98 + 26 adalah 152 buah, bisa dibagi SEMBILAN BELAS





   Dalam surat Al A’raaf ditemukan huruf Alif 2577 buah, huruf Lam 1528 buah, huruf Mim 1165 buah dan huruf Shaad 98 buah, jumlahnya 5358 buah, bisa dibagi SEMBILAN BELAS





   Dalam surat Maryam juga ditemukan huruf Kaf 137 buah, huruf Ha 168 buah, huruf Ya 345 buah, huruf ‘Ain 122 buah, dan huruf Shaad 26 buah. Jumlahnya 798 buah, bisa dibagi SEMBILAN BELAS





    Jumlah huruf Shaad 152 buah dalam Al Qur’an, bisa dibagi SEMBILAN BELAS





    Dalam surat Al baqarah, Ali Imran, Al A’raf, Ar Rad, Al Ankabut, Luqman, dan As Sajadah, terdapat huruf Alif, Lam, dan Mim pada awal surat-surat tersebut, sedangkan huruf Alif Lam dan Mim dalam surat-surat tersebut berjumlah 26676 buah, bisa dibagi SEMBILAN BELAS





Tentunya masih banyak keajaiban-keajaiban lainnya dalam Al Qur’an. Semoga hal ini lebih menguatkan keimanan kita kepada Allah SWT. Amin Ya Robb....



SUMBER  : Al Qur’an Sumber Segala Disiplin Ilmu” buah karya Drs. Inu Kencana Syafiie, terbitan Gema Insani Press ; Denikurnia.net

Jumat, 29 November 2013

MATEMATIKA DALAM AL QURAN



Matematika adalah bahasa universal Ilmu Pengetahuan.

Ilmuwan Jepang bisa berkomunikasi dengan Ilmuwan Jerman dengan Matematika, tidak perlu pakai bahasa inggris.

Matematika juga adalah “bahasa tuhan” dalam menciptakan Alam Semesta.

Allah mengenkripsikan Matematika dalam Alquran, untuk memelihara komitmen isi dan bacaan serta kandung yang ada didalamnya.

Dan mempelajari matematikan dalam alquran,sangat menarik, terutama saat mengupas angka demi angka yang terdapat pada kitab umat muslim ini
Allah menciptakan Alam dengan sangat teliti

Dalam QS Jin ayat 28 dijelaskan
"Tuhan menciptakan sesuatu dengan hitungan teliti”

juga pada

QS Maryam ayat 93-94
“Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba. Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti”.

Sementara itu ilmuwan Galileo dalam salah satu ungkapannya menyatakan, “Matematika adalah bahasa Tuhan ketika Dia menulis Alam Semesta”.

Ayat dan Pernyataan itu, membuat saya ingin mencari tahu lebih dalam tentang Matematika dalam Al Quran.
Karena dalam QS az-Zumar ayat 9 dijelaskan
“....Adakah sama orang-orang yang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui ? Sesungguhnya orang yang berakal lah yang dapat menerima pelajaran”.

Dalam pandangan al-Qur'an, tidak ada peristiwa yang terjadi secara kebetulan.
Semua terjadi dengan "hitungan", baik dengan hukum-hukum alam yang telah dikenal manusia maupun yang belum.

Menarik bukan ?

Matematika dalam Alquran bukanlah sebuah kebetulan.

Sebagai Permulaan kajian Matematika dalam Alquran, sangat mulia jika kita memulainya dengan Basmallah.
Namun harus diingat, ini adalah kalimat Allah, kalimat yang sangat abadi dan mungkin paling sering diucapkan oleh umat manusia.
Mari kita bahas Basmallah dari satu sudut pandang sederhana, namun hasilnya luar biasa....

Bismillahi ar rahman ar rahim.....

Bismillah terdiri dari 4 kata dalam bahasa arab, yaitu:
1. Bismi (dengan nama)
2. Allah (Allah)
3. Ar Rahman (maha pengasih) dan
4. Ar Rahim (maha penyayang).

Dan terdiri dari 19 huruf Hijaiyah.

Kalimat Basmallah dalam Alquran disebutkan sebanyak 114 kali, sesuai dengan jumlah surat pada Alquran.
Untuk diketahui, 114 = 19 x 6. (19 adalah jumlah huruf pada kalimat Basmallah)
Tiap surat dibuka dengan kalimat Basmallah, kecuali QS at-Taubah (surat ke 9), yang tidak dibuka dengan Basmallah, tapi dalam QS an-Naml (surat ke 27), Basmallah disebutkan 2 kali, yaitu pada ayat 30 yang bunyinya: “Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya: "....Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

QS at-Taubah adalah QS nomor 9 dan an-Naml adalah QS nomor 27, yang keduanya punya selisih 19 surat.

Bila tiap angka bulat dari 9 sampai 27 dijumlahkan, maka akan menghasilkan angka 342, atau setara dengan 19 x 18.
Angka 342 itu pun jika dijumlahkan akan menghasilkan angka 9 (nomor surat At Taubah).

9+10+11+12+13+14+15+16.....+26+27 = 342
342 = 19 x 18
3 + 4 + 2 = 9
9 adalah nomor QS at-Taubah.

Bismillah sebagai kalimat pembuka, hanya ada pada 113 ayat, dimana angka 113 adalah bilangan prima ke 30
(30 adalah ayat surat an-Naml yang mengandung kata Basmallah)
Menarik mempelajari matematika pada teknologi informasi, tapi kita tidak pernah menyangka matematika telah Allah terapkan pada kitab suci Al Quran...
pada QS Jin ayat 28, dijelaskan

”Supaya Dia mengetahui bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah Tuhannya, sedang sebenarnya ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu”.

Allah adalah sumber Matematika.

Ini mematahkan teori konspirasi di Vatikan, yang menyatakan bahwa agama sangat bertentangan dengan Ilmu Pengetahuan (dimana matematika adalah bahasa universal dari Ilmu Pengetahuan).

AI-Qur'an dalam bahasa Arab berarti "pembacaan".
Al-Quran mungkin kitab yang paling banyak dibaca di dunia. Perlu diketahui, sesungguhnya kata Kitab Suci tidak ada di al-Qur'an.
Yang ada adalah sebutan Kitab Mulia, Kitab Agung, Kitab Pemurah, dan lainnya.

Kitab Suci dikenal karena media, terpengaruh sebutan kitab suci lainnya. Kesempurnaan dalam bahasa tidak dapat ditentang oleh para pujangga. Bahasa dan makna dipadukan. Irama, keselarasan melodi, ritmenya menghasilkan sebuah efek hipnotis yang kuat

Mungkin bagi orang awam, kandungan al-Quran sulit dimengerti, karena ia tidak dimulai secara kronologis ataupun narasi-narasi sejarah seperti halnya kitab Yahudi.
Al-Quran juga tidak mendasarkan teologinya dalam cerita-cerita dramatis sebagaimana epik-epik India.
Tidak pula Tuhan diungkap dalam bentuk manusia sebagaimana dalam Bibel.
Ia berbicara langsung soal pendidikan-sebagaimana sering dikemukakan oleh para penulis modern-berbicara mengenai membaca, mengajar, memahami dan menulis (QS. Al Alaq ayat 1-5, ayat yang pertama sampai ke Rasul)

Kata pertama di dalam al-Qur’an dan Islam adalah sebuah perintah yang ditujukan kepada Nabi, ”Iqra..” yang secara linguistik menunjukkan bahwa penyusunan teks al-Qur'an berada di luar kewenangan nabi Muhammad saw.
Gaya serupa ini tetap dipertahankan di sepanjang al-Qur'an.
Ia berbicara kepada atau tentang Nabi dan tidak mengizinkan Nabi berbicara atas kehendaknya sendiri.
Al-Qur'an menggambarkan dirinya sendiri sebagai sebuah kitab yang "diturunkan" Tuhan kepada Nabi ungkapan kata "diturunkan" atau anzalna dalam berbagai bentuk digunakan lebih dari 200 kali.

Secara intrinsik, ini berarti bahwa konsep dan isi al-Qur'an benar-benar diturunkan dari langit.

Prof. Palmer, seorang ahli kelautan di Amerika Serikat mengatakan

"Ilmuwan sebenarnya hanya menegaskan apa yang telah tertulis didalam al-Qur'an beberapa tahun yang lalu"

Kita tidak akan bisa memahami keindahan Alquran, jika tidak mengetahui ilmunya.

Sebagai contoh pada

QS an-Nahl ayat 68-69 yang menceritakan kegiatan lebah dalam membuat sarang dan mencari makan.

Ayat tersebut menggunakan bentuk kata kerja perempuan (bahasa arab membedakan jenis kelamin untuk kata kerjanya), karena memang yang mencari makan dan membuat sarang adalah lebah betina.

Lebah jantan diberi makan oleh lebah betina, bukan sebaliknya.
Jangankan masyarakat di abad ke-7, masyarakat di abad ke-21 mungkin tidak tahu bagaimana cara membedakan lebah jantan dan lebah betina.
Terlebih, memahami bahwa lebah betina lah yang mencari makan, bukan sebaliknya.

Jika Surat an-Nahl merefleksikan lebah betina dengan bentuk kata kerja perempuan.

Lebah jantan digambarkan oleh al-Qur'an pada nomor suratnya, yaitu bilangan 16. Bilangan 16 ini adalah banyaknya kromosom lebah jantan, sedangkan jumlah kromosom lebah betina diketahui berjumlah 32.

Menarik bukan ?

Matematika dalam Alquran bukanlah sebuah kebetulan.

Jumat, 08 November 2013

ETIKA BERBICARA DALAM ISLAM

  

   "Bukankah kami telah memberikan kepadanya dua buah mata, lidah dan dua bibir." (QS. Ar-Rahman : 8-9). Allah SWT memerintahkan kepada setiap muslim agar memelihara ucapan-ucapannya sebagaimana ia memelihara perilakunya.
    Inilah nilai sebuah perkataan dalam syariat Islam, sehingga menjadi sebuah keharusan seorang muslim untuk memelihara ucapannya sebagaimana dia memelihara makan dan minumnya. Menjauhi perkataan yang tidak bermanfaat seperti hgalnya dia menjauhi perkara-perkara haram dan syubhat.
      Berikut ini adalah beberapa etika berbicara dalam Islam :
  1. Memilih pembicaraan yang bagus dan kata-kata yang paling baik ketika berbicara dengan orang lain sebagaimana dia memilih makanan yang paling lezat dan halal.
  2. Pelan-pelan dalam berbicara danmemberikan keterangan sehingga pendengar paham akan maksud pembicaraan itu dan mengerti tujuan dan arah pembicaraannya
  3. Berbicara kepada orang lain sesuai dengan kadar pemahamannya, sesuai intelektualitas dan tingkat keilmuannya.
  4. Menjauhi perdebatan dalam hadits-hadits yang tidak diketahui atau tidak diyakini keabsahannya, atau tidak mengerti hadits-hadits tersebut kecuali hanya berprasangka, karena berprasangka adalah pembicaraan yang paling bohong.
  5. Sedikit bicara kecuali jika merupakan jawaban, nasehat, amar ma'ruf nahi munkar atau ajakan dakwah kepada Allah.
  6. Menjauhi pembicaraan yang banyak, pembicaraan yang tiada nilainya dan pembicaraan yang tidak ada manfaatnya.
  7. Berpikir tentang apa yang akan dibicarakan sebelum disampaikan, berpikir akan akibat pembicaraannya itu.
  8. Menghormati orang yang lebih tinggi kedudukannya, lebih banyak ilmunya.
  9. Tidak terburu-buru bicara, sehingga orang yang sedang berbicara di sebuah majelis selesai dari pembicaraannya.
  10. Tidak memotong pembicaraan seseorang atau membenarkan, mengkritik, menyalahkan atau menghina pembicaraan itu.
  11. Bersuara pelan dan jangan berteriak-teriak (berteriak secara mengejutkan, bersuara keras karena emosi
  12. Selalu tenang dan murah senyum ketika berbicara serta tidak berwajah seram dan cemberut dihadapan orang lain.
  13. Menjauhi pembicaraan yang kotor dan perkataan yang berbau syahwat.
  14. Menghindari banyak sumpah ketika berbicara dan tidak bersumpah kecuali karena darurat.
  15. Menghindari sumpah dengan makhluk, nabi, ka'bah, malaikat, hidup, kemuliaan dan lain-lain.
  16. Mengusahakan lisannya agar selalu memperbanyak istighfar ketika menyadari kesalahan atau kejelekan ucapannya.
Sumber : etika muslim sehari-hari / majalah Al-Falah

Rabu, 24 Juli 2013

CERITA ISLAMI UNTUK ANAK-ANAK








Kisah Manusia Penghuni Langit 

Assalamu'alaikum wr. wb.
Ketahuilah bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa ada seseorang yang akan menjadi penghuni langit. Siapakah beliau yang memiliki keistimewaan tersebut.
Karena begitu taat dan rasa sayangnya kepada ibundanya, laki-laki yang satu ini divonis oleh Utusan Allah SWT sebagai penghuni langitu sehingga banyak para sahabat yang meminta didoakan olehnya.

Uwais Al Qarni namanya. Beliau adalah seorang pemuda miskin yang tinggal di Yaman bersama ibunya yang sudah tua renta, lumpuh dan buta. Uwais tinggal dengan ibunya karena beliau tidak mempunyai lagi ahli keluarga. Beliau senantiasa merwat ibunya dengan penuh ketulusan dan kasih sayang serta mematuhi seluruh perintah ibunya.

Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, beliau bekerja menggembala kambing dan unta milik orang lain serta mendapatkan upah dari pekerjaan tersebut. Walaupun upah yang diterimanya hanya cukup untuk kebutuhan dirinya dan ibunya, namun ia tetap sabar dan senantiasa bersyukur kepada Allah SWT atas apa yang dianugrahkan kepadanya.
Apabila beliau mendapatkan upah yang berlebih, ia tak lupa untuk berbagi dengan orang-orang yang tidak mampu.
Uwais juga dikenal sebagai sosok yang ahli ibadah.
Dia selalu berpuasa di siang hari dan pada malam harinya ia selalu bermunajat kepada Allah SWT untuk memohon petunjuk dan beristighfar. Meski demikian, pemuda yang hidup semasa dengan Rasulullah SAW ini memiliki kecintaan yang sangat luar biasa kepada Rasulullah.

Ia selalu merasa bersedih hati jika mendengar orang-orang yang bercerita tentang pertemuan mereka dengan Baginda Rasul, karena memang dia belum pernah berjumpa sekalipun dengan Nabinya tersebut.

Rasa rindu Uwais untuk bertemu dengan Nabi Muhammad SAW semakin lama semakin dalam. Beliau ingin sekali memandang wajah Rasulullah SAW dari dekat serta ingin mendengar suaranya. Namun, kecintaannya kepada ibunya juga sangat luar biasa, ia merasa tidak tega untuk meninggalkan ibunyaq untuk bertemu dengan Nabi.

Di luar dugaan, si Ibu yang sebenarnya mengetahui cintanya kepada Baginda Nabi, tiba-tiba saja angkat bicara.
"Wahai Uwais anak ibu, Pergilah engkau menemui Rasulullah SAW di rumahnya. Setelah berjumpa, segeralah engkau pulang," kata Ibu Uwais.

Mendengar pernyataan ibunya tersebut, Uwais merasa sangat gembira luar biasa dan ia pun segera berkemas, mempersiapkan dirinya untuk pergi ke Madinah menemui Rasulullah SAW. Namun, ia tak lupa menyiapkan segala keperluan ibunya selama ia pergi ke Madinah. Ia selalu berpesan kepada orang-orang terdekatnya agar menjenguk ibunya sepeninggal Uwais ke Madinah.
Setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh, Uwais pun akhirnya tiba di Madinah dan ia pun langsung menuju rumah Rasulullah SAW. Selepas mengucapkan salam, pintu rumah Nabi pun terbuka, namun yang beliau temui hanya Aisyah, sedangkan Rasulullah SAW ketika itu sedang berada di medan perang.

Uwais pun langsung merasa kecewa karena ia ingin segera bertemu Nabi dan segera pulang sebagaimana pesan ibunya.
Akhirnya ia pun memilih untuk segera pulang dan menitipkan pesan untuk Nabi kepada Aisyah.

Setelah perang usai, Rasulullah SAW kembali pulang ke Madinah dan ia langsung bertanya kepada Aisyah mengenai orang yang mencari beliau. Belum sempat Aisyah menjawab, Nabi pun bersabda,
"Uwais anak yang taat kepada ibunya, dia adalah penghuni langit."
Aisyah pun sangat kaget dengan penuturan Nabi, karena Rasulullah rupanya sudah mengetahui siapa tamu yang ingin bertemu dengannya jauh-jauh hari.

Para sahabat tertegun, kemudian Nabi Muhammad SAW meneruskan keterangannya mengenai Uwais yang menjadi salah satu orang yang menghuni langit kepada orang orang-orang yang hadir di situ.
Baginda Nabi bersabda,
"Jika kamu ingin berjumpa dengan dia, perhatikanlah dia memiliki tanda puith di telapak tangannya."

Nabi juga berpesan kepada para sahabat,
"Suatu ketika, apabila kalian bertemu dengan dia, mohonlah doa dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit, bukan orang bumi."

Selepas Rasulullah SAW wafat, Umar dan Ali ra akhirnya bisa berjumpa dengan Uwais. Kemudia mereka berdua memohon doa dan istighfar dari Uwais. Umar juga berjanji untuk menyumbangkan uang dari Baitul Mal kepada Uwais.
Namun dengan bijaksana Uwais berkata,
"Hamba mohon, supaya hari ini saja hamba diketahui oleh orang. Untuk hari-hari selanjutnya, biarlah hamba yang fakir ini tidak diketahui oleh orang lagi."

Apakah Uwais adalah seorang Malaikat?
Ataukah beliau adalah Malaikat yang menyamar menjadi manusia untuk merawat seorang Ibu?
Apakah Uwais memang hanya manusia biasa?
Wallahu A'lam.

Karena Sabda Nabi, pasti benar adanya.
Uwais bukan orang bumi, dia penghuni langit. Selain itu, pertemuannya dengan Umar dan Ali juga menjadi tanya tanya besar karena pertemuan mereka disuruh untuk merahasikan dan Uwais tidak ingin dilihat orang setelah itu.
Subahanallah....

Semoga kisah sahabat Uwais ini bisa menjadi cambuk buat kita semua agar senantiasa berbakti kepada ibu, ibu yang melahirkan kita dengan susah payah.

Wassalamu'alaikum wr. wb.



 
Tertipu Laba-Laba

Pada saat kaum kafir Quraisy melakukan segala upaya untuk mengejar dan menemukan Rasulullah SAW, dengan iming-iming bagi siapa saja yang berhasil membunuh Nabi Muhammad SAW dalam hijrahnya ke kota Madinah.
Bukan hanya para petinggi kaum kafir Quraisy saja yang tertarik dengan hadiah yang menggiurkan, namun para warga pun juga ikut memburu keberadaan Rasulullah SAW.
Hadiahnya berupa 100 ekor unta bagi siapa saja yang berhasil menangkap Baginda Rasulullah SAW hidup atau mati.

Dengan berbekal aneka senjata tajam, mereka pun menyebar untuk mencari keberadaan Rasulullah SAW.
Para ahli pencari jejak pun ikut ambil bagian dalam melacak keberadaan Beliau SAW. Upaya itu pun menuai titik terang, mereka berhasil mengendus jejak perjalanan Nabi SAW di Bukit Tsur.

"Pasti mereka ada di dalam gua di sekitar bukit ini," kata salah seorang dari mereka.

Tak jauh dari mereka, Abu Bakar ra dan Rasulullah SAW sebenarnya bisa mendengar percakapan mereka, bahkan bisa melihat mereka dari dalam gua. Mengetahui hal itu, Abu Bakar ra merasa khawatir sampai dirinya berkeringat.
Kemudian ia berkata kepada baginda Nabi SAW,
"Ya Rasulullah SAW, aku tidak takut mati, akan tetapi jika mereka menyakitimu, maka kaum muslimin akan kacau balau," kata Abu Bakar ra.

Subhanallah..
Meski keadaan sangat genting begitu,Baginda Nabi SAW dengan tenang dan penuh keyakinan menenangkan sahabat karibnya itu,
"Laa Tahzan, Allah Ma'ana."
Artinya: "Janganlah takut, Allah bersama kita."
Meski sudah ditenangkan oleh baginda Nabi SAW, namun Abu Bakar ra tak bisa menyembunyikan kegusarannya. Betapa tidak, Abu Bakar sadar betul bahwa apabila orang-orang kafir itu merunduk sedikit saja, pastilah mereka sudah bisa melihat keberadaan keduanya.

Rasululah SAW yang bijaksana itu bisa mengetahui kegelisahan sahabatnya.
Beliau SAW langsung berdoa kepada Allah SWT agar Abu Bakar menjadi tenang. Akhirnya Abu Bakar ra pun tenang dan memiliki keberanian yang berlipat ganda untuk terus mendampingi hijrah Rasulullah SAW.

Subhanallah...
Atas izin ALlah SWT, para pemburu itu tidak bisa melihat dan mendeteksi keberadaan Rasulullah di Gua Tsur.
Ternyata, beberapa saat sebelum orang-orang kafir Quraisy itu mendekati Gua Tsur, Allah SWT telah terlebih dahulu mengutus sepasang burung merpati utnuk membuat sarang di mulut gua itu.
Bahkan tak hanya sampai di situ saja, atas izin Allah SWT, burung betina pun bertelur dan mengerami telurnya.

Tak hanya di situ saja, Allah SWT mengutus laba-laba kecil untuk hinggap di mulut gua dan membuat jaring yang sempurna menutupi mulut gua Tusr terebut. Dengan cerdiknya laba-laba itu mendesain sarangnya sehingga seperti sarang laba-laba yang sudah cukup lama dibuat.  Subhanallah...
Dengan adanya sarang burung dan jaring laba-laba itu, orang-orang kafir Quraisy yakin benar kalau tidak ada orang yang masuk Gua Tsur itu. Kalau ada yang masuk, berarti orang tersebut akan merusak sarang laba-laba dan burung pun beterbangan.

Ternyata mereka tertipu oleh laba-laba yang kecil itu.
Subhanallah..